Cara Mudah Membuat Mind Map

Apakah Mind Map itu? Bagaimanakah cara membuat Mind Map? Apa kelebihan dan keuntungan membuat Mind Map? Seperti apakah contoh Mind Map? More »

Konsep Pendidikan Karakter dalam Islam

Bagaimanakah konsep pendidikan karakter dalam Islam? Apa perbedaan pendidikan karakter menurut Islam dengan pendidikan karakter Barat? Bagaimanakah penerapan pendidikan karakter di sekolah-sekolah Islam? More »

5 Kesalahan Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah

Apakah penerapan pendidikan karakter di sekolah sudah sesuai dengan konsep dan teorinya? Apakah Penerapan Pendidikan Karakter hanya trend saja? Ataukah sebuah keharusan bagi sekolah? More »

Bagaimanakah Penilaian Pendidikan Karakter seharusnya dilakukan?

Faktor paling sering diperdebatkan dalam diskursus pendidikan karakter adalah penilaian. Hal ini berkenaan dengan hasil akhir dari pendidikan karakter yang berupa tindakan moral, bukan berupa pemikiran atau gerakan yang dengan mudah dapat dinilai melalui kemampuan menulis jawaban dan mempraktekkan sebuah keterampilan yang kemudian diakumulasikan dalam bentuk angka More »

Bagaimanakah Cara Merancang Pembelajaran Yang Bermakna?

Sudahkan Anda membuat setiap pembelajaran Anda bermakna bagi Anda dan siswa? Apakah siswa Anda menikmati setiap pembelajaran yang Anda berikan? More »

 

Apakah Sekolah Anda Sekolah Unggulan?

elementary-classroom
Sponsored Links

Sekolah Unggulan, Sekolah Favorit, Sekolah Model, dan deretan titel lainnya disematkan pada sekolah-sekolah tertentu, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Sahihkan labelisasi tersebut secara ilmiah?

Berkenaan dengan pertanyaan tersebut,  konsep sekolah efektif akan saya gunakan untuk menganalisa konsep sekolah unggulan yang menjadi tema postingan ini. Berikut ini akan dipaparkan definisi, perkembangan, karakteristik, dan pengukuran efektitas sekolah. Referensi utama pembahasan ini berbasis pada internet resources yang sengaja dipilih untuk dapat melihat peta diskusi dan perkembangan mutakhir wacana sekolah efektif tersebut, di samping alasan praktis pragmatis sebagai bentuk pemanfaatan ICT (Information and Technology Information) dalam riset pendidikan.

Sekolah Unggulan = Sekolah Efektif?

Sebagai telah diperkenalkan di awal   bahwa term sekolah unggulan adalah “terjemah bebas” dari effective school. Dalam diskursus ilmu pendidikan, esensi sekolah unggulan merujuk kepada term effective, efficience, develop, accelerate,  essential dan high performance school.   Sedangkan excellent  school yang sepadan dengan sekolah unggulan sangat jarang digunakan. Poster misalnya, meskipun memberikan judul Creating an Excellent School  untuk bukunya, namun dalam content nya sendiri selalu merujuk pada Effective School.  Dalam pada itu, maka saya lebih memilih effective school sebagai pijakan terminologi sekolah unggulan. Namun demikian, pemadanan term sekolah unggulan dengan efficience school dan excellent school memiliki dimensinya tersendiri yang juga patut dikaji.
Gagasan sekolah efektif dipopulerkan oleh Ronald Edmonds . Edmonds mengusung tesis bahwa sifat sekolah merupakan faktor penentu yang penting terhadap prestasi akademik. Kesimpulan Edmonds ini adalah antitesis terhadap Coleman yang meragukan kemampuan sekolah dalam mencerdaskan anak didik.  Merujuk pada penelitian Edmonds sekolah  efektif dirumuskan sebagai sekolah yang mengorganisasikan dan memanfaatkan semua sumber daya yang dimilikinya untuk menjamin semua siswa bisa mempelajari materi kurikulum yang esensial di sekolah.  Relevan dengan itu Barbara O Taylor  mendefinisikan sekolah efektif sebagai sekolah yang berakar pada tiga asumsi dasar yaitu   semua siswa dapat belajar, memiliki fokus terhadap pembangunan organisasi sekolah sebagai unit perubahan, dan semua proses tersebut didorong oleh manajemen berbasis sekolah.   Sementara Cyril Poster menambahkan satu syarat utama sekolah efektif yaitu target dan tujuan yang jelas yang hendak dicapai sekolah.  Menurutnya sebuah sekolah efektif tidak harus unggul dalam pengertian menjadi yang terbaik di antara sesamanya. Tetapi yang terpenting adalah mempunyai tujuan dan target untuk dicapai.
Substansi yang dapat disimpulkan sebagai pengertian sekolah efektif dari paparan terdahulu adalah sekolah yang mampu merumuskan tujuan dan misinya dengan baik dan mengupayakan ketercapaiannya dengan memberdayakan seluruh komponen sekolah sejak input, proses, sampai out put secara optimal. Kondisi seperti ini lah yang memungkin seluruh siswa dapat benar-benar belajar dan melejitkan potensi dirinya. Tanpa harus mengunggulkan dirinya dengan melabeli diri sebagai sekolah unggulan, sekolah efektif adalah sekolah yang eksis dan survive di tengah persaingan global dewasa ini.
Terkait dengan itu, keunggulan, yang disematkan kepada sekolah-sekolah tertentu di Indonesia masih memicu kontroversi di kalangan akademisi. Unggul  berarti lebih baik dari yang lain. Unggul juga menunjukkan adanya puncak-puncak prestasi yang hanya bisa dicapai oleh orang yang paling kompeten. Unggul juga merujuk pada kriteria dan urutan peringkat dalam skala yang ditentukan suatu pihak yang belum tentu diterima dengan senang hati dan disepakati. Patut dikritisi, ketika berbicara sekolah unggulan, unggul dalam hal apa? Tiap sekolah sebenarnya terlihat unggul dalam beberapa hal dan tidak pada beberapa hal lainnya. Lebih lanjut, patut dikritisi juga, siapa yang mendefinisikan keunggulan dalam konteks ini? Agenda siapa yang dilayani? Perangkat apa yang dipergunakan untuk mempertimbangkan cakupan keunggulan itu?

Perkembangan SMA Islam Unggulan di Indonesia

Embrio SMA unggulan di Indonesia bermula dari Pilot Project pemerintah melalui Depdikbud saat itu untuk menyeleksi siswa berbakat dari beberapa sekolah sample pada tahun 1980 dan 1982. Dari hasil seleksi ini pada tahun 1986 pemerintah mengirim 50 melalui Balitbang Depdikbud dan 100 orang melalui BPPT untuk belajar belajar di luar negeri. Kemudian pada tahun 1990 Yayasan Jenderal Sudirman  bekerja sama dengan Yayasan Tamansiswa menyelenggarakan SMA Plus Taruna Nusantara di Magelang. Input siswa sekolah ini adalah siswa-siswa terbaik yang terpilih dari seluruh nusantara. Empat tahun setelah itu, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Depdikbud mengeluarkan surat keputusan tentang penyelenggaraan SMA Plus/Unggulan. Dari sinilah lembaga-lembaga pendidikan negeri maupun swasta secara antusias merespon kebijakan tersebut. Maka dimulailah era sekolah unggulan.
Perkembangan selanjutnya dari sekolah unggulan ini memetakan sekolah unggulan ke dalam 3 tipe. Pertama, sekolah yang menerima dan menyeleksi secara ketat siswa yang masuk dengan kriteria memiliki prestasi akademik yang tinggi. Meskipun proses belajar-mengajar sekolah tersebut tidak luar biasa bahkan cenderung ortodok, namun dipastikan karena memilih input yang unggul, output yang dihasilkan juga unggul. Kedua, sekolah yang menawarkan fasilitas yang serba mewah, dengan bayaran  yang sangat tinggi. Prestasi akademik yang tinggi bukan menjadi acuan input untuk diterima di sekolah semacam ini. Sekolah dengan tipe seperti ini biasanya mengandalkan pola pembelajaran alternative dari perkembangan teori-teori pendidikan kontemporer. Ketiga,    sekolah yang menekankan pada iklim belajar yang positif di lingkungan sekolah. Mereka menerima dan mampu memproses siswa yang masuk sekolah tersebut (input ) dengan prestasi rendah menjadi lulusan (output) yang bermutu tinggi.

Karakteristik Sekolah Unggulan

Pembahasan para pakar tentang sekolah efektif mengerucut pada identifikasi ciri dan karakter yang dapat membedakannya dengan sekolah yang lain. Sekalipun definisi sekolah efektif secara sepintas telah menggambarkan ciri-ciri yang harus ada dalam sekolah efektif, namun pengkajian secara khusus terhadap karakteristik sekolah efektif mutlak diperlukan. Hal ini mengingat efektifitas sekolah haruslah bisa diukur untuk mengetahui ketercapaian tujuan yang telah dirumuskan. Pengukuran efektifitas sekolah ini memerlukan identifikasi terhadap karakteristik sekolah efektif yang dijadikan indikator pencapaian.

Dalam mengidentifikasi karakteristik sekolah efektif terdapat beberapa usulan yang berbeda. Perbedaan tersebut tergantung pada variabke yang ditunjukkan para ahli pada sistem sekolah. Penentuan variabel ini dipengaruhi oleh filsafat yang mendasari pandangan para ahli pendidikan mengenai tujuan dan fungsi sekolah.  School Effectivness in Developing Countries, sebuah rangkuman riset tentang sekolah efektif di negara-negara berkembang mengidentifikasi sembilan variabel sekolah efektif, yaitu kualitas guru, ketersedian bahan dan buku, kurikulum, metode pembelajaran, ujian, fasilitas sekolah, organisasi sekolah, manajemen pendidikan, dan kemampuan mengajar.  Sementara Peter Martimore yang dianggap sabagai penggagas dan peneliti sekolah efektif menginventarisir 11 karakter kunci sekolah efektif  yang meliputi,

  • Profesional Leadership. Kepemimpinan adalah faktor kunci pertama untuk mencapai sekolah yang efektif.
  • Shared Vision and Goals. Karakteristik ini merujuk kepada rumusan visi dan tujuan yang jelas yang dijadikan panduan bagi komponen sekolah. Visi tersebut bukan hanya dirumuskan, tetapi juga disosialisasikan sehingga semua komponen sekolah mengetahui, memahami dan memberikan dukungan untuk pencapaiannya.
  • Learning Environment, yaitu lingkungan belajar yang kondusif.
  • Contrentation on Teaching and Learning. Sekolah efektif memiliki fokus utama terhadap pengajaran dan pembelajaran. Dalam konteks ini waktu sekolah benar-benar dimaksimalkan untuk belajar dan pencapaian prestasi.
  • Purposeful Teaching. Karakter ini mencakup kejelasan target dan tujuan, pengorganisasian yang efisien, struktur pembelajaran, dan praktek pengajaran yang adaptif.
  • High Expectation. Adanya harapan yang tinggi dari masyarakat terhadap sekolah. Harapan ini seringkali memiliki korelasi dengan prestasi. Semakin tinggi harapan masyarakat terhadap sebuah sekolah, semakin efektif sekolah tersebut.
  • Positive Reinforcement.  Sekolah efektif ditentukan juga oleh adanya penguatan dari sekolah terhadap komponen sekolah. Penguatan dimaksud meliputi keteladanan, disiplin dan timbal balik.
  • Monitoring Progress.  Sekolah efektif adalah sekolah yang selalu memonitor perkembangan yang dicapainya. Monitoring ini mencakup performance dan juga sekolah.
  1. Pupil Right dan Responsibilities. Pengakuan terhadap hak-hak siswa dan melibatkannya dalam tanggung jawab pencapaian tujuan sekolah. Terkait hal ini sekolah membangkitkan percaya diri siswa, membangun partisipasi siswa dan memberikan ruang untuk melakukan kontrol terhadap sekolah.
  • Home-School Partnership. Kemitraan yang antara sekolah dengan orang tua siswa dan masyarakat menjadi faktor kunci berikutnya dari sekolah efektif.
  • Learning Organization. Sekolah eekftif adalah sebuah organisasi belajar. Faktor ini menunjuk kepada kesadaran guru dan staf sekolah untuk selalu belajar.

Untuk menjadikan karakteristik tersebut sebagai variabel-variabel yang dapat difungsikan secara operasional sehingga efektifitas sekolah menjadi kinerja yang terukur ditampilkan dalam tabel berikut sebagai dikutip dari formula yang diadaptasi  dari Squires, Scheerens, Mackenzies, Edmonds, Townsend, Henevand, Bosker dan Guldemon.

Bagaimana dengan sekolah Anda?

Sumber gambar : http://www.lakeforest.edu/library/archives/images/elementary-classroom.jpg

Tik email Anda di sini untuk berlangganan artikel

Jika Anda menyukai artikel ini, silakan tulis komentar Anda atau Anda dapat berlangganan gratis RSS feed untuk mendapatkan artikel terbaru dari Blog Inspirasi. Untuk berlangganan melalui email silakan isi form di atas.

2 Responses to Apakah Sekolah Anda Sekolah Unggulan?

  1. kusanto says:

    upaya bersama warga sekolah harus segera dilakukan untuk menciptakan sekolah unggul dan efektif.

  2. […] Apakah Sekolah Anda Sekolah Unggulan? […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.