Cara Mudah Membuat Mind Map

Apakah Mind Map itu? Bagaimanakah cara membuat Mind Map? Apa kelebihan dan keuntungan membuat Mind Map? Seperti apakah contoh Mind Map? More »

Konsep Pendidikan Karakter dalam Islam

Bagaimanakah konsep pendidikan karakter dalam Islam? Apa perbedaan pendidikan karakter menurut Islam dengan pendidikan karakter Barat? Bagaimanakah penerapan pendidikan karakter di sekolah-sekolah Islam? More »

5 Kesalahan Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah

Apakah penerapan pendidikan karakter di sekolah sudah sesuai dengan konsep dan teorinya? Apakah Penerapan Pendidikan Karakter hanya trend saja? Ataukah sebuah keharusan bagi sekolah? More »

Bagaimanakah Penilaian Pendidikan Karakter seharusnya dilakukan?

Faktor paling sering diperdebatkan dalam diskursus pendidikan karakter adalah penilaian. Hal ini berkenaan dengan hasil akhir dari pendidikan karakter yang berupa tindakan moral, bukan berupa pemikiran atau gerakan yang dengan mudah dapat dinilai melalui kemampuan menulis jawaban dan mempraktekkan sebuah keterampilan yang kemudian diakumulasikan dalam bentuk angka More »

Bagaimanakah Cara Merancang Pembelajaran Yang Bermakna?

Sudahkan Anda membuat setiap pembelajaran Anda bermakna bagi Anda dan siswa? Apakah siswa Anda menikmati setiap pembelajaran yang Anda berikan? More »

 

Bagaimana Penilaian dalam Pendidikan Karakter?

karakter
Sponsored Links

gambar dikutip dari http://www.inc.com/

Langkah terakhir dari penerapan pendidikan karakter di sekolah adalah menyiapkan konsep penilaian yang komprehensif. Pendidikan karakter yang efektif harus menyertakan sebuah program untuk menilai kemajuannya. Ada tiga jenis hasil yang patut diperhatikan.

Pertama, karakter sekolah. Pada level ini penilaian dilakukan untuk mengukur sampai batas apa  sekolah menjadi komunitas yang penuh kepedulian. Hal ini dapat dinilai, misalnya, dengan survei yang meminta siswa untuk menunjukkan sejauh mana mereka setuju dengan pernyataan seperti, “Para siswa di sekolah (kelas) ini menghormati dan peduli satu sama lain,” dan “sekolah  (kelas) ini adalah seperti sebuah keluarga.” Dengan kata lain yang pertama kali dinilai karakter sekolahnya.

Kedua, perkembangan staf sekolah sebagai pendidik karakter. Aspek penilaian difokuskan pada komitemen staf sekolah – guru, tata usaha, dan dukungan personil lainnya – dalam mengembangkan pemahaman tentang apa yang mereka dapat lakukan untuk mendorong pengembangan karakter, komitmen setiap pribadi untuk melakukan hal tersebut, kemampuan untuk  melaksanakannya, dan  kebiasaan bertindak yang konsisten  atas kapasitas pengembangan mereka sebagai pendidik karakter. Pada tataran ini yang dinilai adalah keteladanan seluruh komponen sekolah selain siswa.

Ketiga, karakter siswa. Pada level ini penilaian dilakukan terhadap tiga ranah penting pendidikan karakter, yaitu nalar dan keputusan moral (moral reasoning and judgement), komitmen dan dukungan terhadap nilai-nilai moral (moral commitment), dan perilaku moral dalam bentuk karakter-karakter positif dalam diri siswa (moral behavior).

Selama ini, penilaian pendidikan karakter umumnya baru menyentuh aspek nalar saja. Bentuk tes yang berupa pertanyaan atau pilihan semakin menguatkan bahwa penilaian baru menyentuh aspek kognitif siswa. Padahal, nalar siswa tentang karakter belum menunjukkan karakternya. Siswa yang mampu menjawab dengan benar pertanyaan “Bagaimanakah sikap yang seharusnya ditunjukkan saat bertemu dengan guru?” tidak bisa dijadikan ukuran bahwa siswa tersebut hormat dan sopan terhadap guru.

Tik email Anda di sini untuk berlangganan artikel

Jika Anda menyukai artikel ini, silakan tulis komentar Anda atau Anda dapat berlangganan gratis RSS feed untuk mendapatkan artikel terbaru dari Blog Inspirasi. Untuk berlangganan melalui email silakan isi form di atas.

5 Responses to Bagaimana Penilaian dalam Pendidikan Karakter?

  1. budies says:

    betul, betul analisis ini jarang dibicarakan, pertanyaan besar pada benak saya adalah saya tujukan pada para petinggi dan pengambil kebijakan
    sebelum berbicara pendidikan karakter, KARAKTER PENDIDIKAN kita ini seperti apa sih kok sepertinya abu-abu
    salam pendidikan dari kalimantan tengah

  2. Budi santosa says:

    Kita sering mengklaim bahwa orang-orang sukses dan berhasil itu adalah buah dari pendidikan yang bagus.. kini sedang marak korupsi, kejahatan, pembalakan… bukankah kita juga pantas bertanya : apakh ini kegagalan pendidikan kita?

    • Kang Marfu says:

      Setuju Pa Budi Santosa, pendidikan kita berkontribusi terhadap apapun permasalahan di negeri ini. Ini berlaku universal. Itulah karenanya pendidikan karakter harus digalakkan bukan sebagai trend belaka, tetapi sebagai kesadaran bahwa itu adalah kemestian. Lebih dari sekadar program, tetapi gerakan. Harusnya!

      Terima kasih sudah berkunjung dan menulis komentar, Pa!
      Salam

  3. Penilaian PENDIDIKAN KARAKTER dapat dilakukan melalui PENILAIAN BERBASIS KELAS yang dapat dilihat di buku DISAIN KURIKULUM DIGITAL : http://www.pdii.lipi.go.id/read/2013/01/30/disain-kurikulum-digital.html
    Wendie Razif Soetikno, S.Si., MDM artikel terbaru..MIMPI CILIWUNG MENJADI CHAO PHRAYA RIVERMy Profile

    • Kang Marfu says:

      Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya. Setuju. Namun saya kira kata kuncinya bahwa karakter bukan tentang angka tapi tentang sikap. Digitalisasi nilai dalam diskursus evaluasi pendidikan memang menjadi perdebatan tersendiri. Namun tentu saja ini bisa diajukan sebagai alternatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.