Cara Mudah Membuat Mind Map

Apakah Mind Map itu? Bagaimanakah cara membuat Mind Map? Apa kelebihan dan keuntungan membuat Mind Map? Seperti apakah contoh Mind Map? More »

Konsep Pendidikan Karakter dalam Islam

Bagaimanakah konsep pendidikan karakter dalam Islam? Apa perbedaan pendidikan karakter menurut Islam dengan pendidikan karakter Barat? Bagaimanakah penerapan pendidikan karakter di sekolah-sekolah Islam? More »

5 Kesalahan Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah

Apakah penerapan pendidikan karakter di sekolah sudah sesuai dengan konsep dan teorinya? Apakah Penerapan Pendidikan Karakter hanya trend saja? Ataukah sebuah keharusan bagi sekolah? More »

Bagaimanakah Penilaian Pendidikan Karakter seharusnya dilakukan?

Faktor paling sering diperdebatkan dalam diskursus pendidikan karakter adalah penilaian. Hal ini berkenaan dengan hasil akhir dari pendidikan karakter yang berupa tindakan moral, bukan berupa pemikiran atau gerakan yang dengan mudah dapat dinilai melalui kemampuan menulis jawaban dan mempraktekkan sebuah keterampilan yang kemudian diakumulasikan dalam bentuk angka More »

Bagaimanakah Cara Merancang Pembelajaran Yang Bermakna?

Sudahkan Anda membuat setiap pembelajaran Anda bermakna bagi Anda dan siswa? Apakah siswa Anda menikmati setiap pembelajaran yang Anda berikan? More »

 

RSBI Versi Teman Saya

rsbi
Sponsored Links

Taraf atau Tarif?

Keberadaan sekolah dengan konsep Rintisan Sekolah Bertaraf Internasioanl telah menimbulkan kontroversi sedemikian rupa. Dari rekaman pemberitaan di berbagai media, kontroversi itu mengerucut pada masalah pembiayaan, rekrutmen siswa baru, kualitas kepala sekolah dan guru, dan sarana prasarana. Rangking pertama masalah diraih oleh isu pembiayaan.

Dari isu pembiayaan ini, RSBI kemudian ramai diplesetkan orang sebagai Rintisan Sekolah BerTARIF Internasional. Sindiran pedas cukup dengan mengganti satu huruf saja. Ini cukup menggambarkan persoalan kualitas telah bergeser atau digeser menjadi persoalan finansial. Taraf jadi Tarif. Kalau benar seperti itu, ujung-ujungnya pasti Naif.

Itulah memang yang kasat mata dilihat masyarakat. Kucuran biaya yang besar dari pemerintah pusat untuk menghidupi keberlangsungan RSBI ini, dibuat makin basah dan menggelontor dengan biaya masuk yang besar dari orang tua siswa. Jadi prestasi pertama RSBI bisa dipastikan adalah menjadi sekolah kaya. Ketika biaya masuk yang di atas standar sekolah-sekolah lainnya ini dikomplain. Jawabannya sederhana, “Ini kan RSBI” Selesai! RSBI telah sedemikian rupa menjadi pemompa adrenalin para kepala sekolahnya untuk berani menetapkan tarif yang tinggi.

Dalam pertemuan para kepala sekolah SMA Se-Kabupaten untuk membicarakan penerimaan siswa baru, saya mendapat pembenaran tentang masalah tarif ini. Dengan jelas disampaikan bahwa biaya pendaftaran PSB adalah sekian, kecuali RSBI. Wow, terlindungi sudah penetapan tarif tinggi itu. Sekolah dan sebagian pemegang kebijakan telah percaya bahwa sebagai RSBI biaya boleh lebih tinggi daripada yang lain.  

Jadilah RSBI seperti anak emas. Bukan hanya pembiayaan, bahkan alokasi bantuan sarana pendidikan dari pemerintah pun demikian. Sebelum jadi RSBI, sebuah sekolah tentu saja dalam posisi sudah memiliki sarana yang memadai. Tetapi saya menjadi tak habis pikir, ketika ada bantuan sarana seperti Lab IPA, Lab Bahasa, Lab Komputer, dan Perpustakaan, mengapa harus untuk si anak emas lagi? Jangan-jangan argumennya sama, “Ini kan RSBI.” Wallahu A’lamu.

Versi Teman Saya

Jauh di pedalaman. Terbentang jalanan terjal berbatu puluhan kilo meter. Terhampar danau dengan kedalaman belasan sampai puluhan meter. Di ujung jalan dan danau itu, teman saya memimpin sebuah sekolah. Sebuah sekolah negeri bukan swasta. Jumlah siswanya bisa dihitung secara cepat dengan jari. Tapi sekolah ini juga mengusung konsep RSBI. Tetapi tunggu dulu, bukan kepanjangan dari Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, melainkan Rintihan Sekolah Bebas Biaya.

Bebas Biaya

Dalam berbagai kesempatan pertemuan, saya bisa membaca dengan baik bagaimana beban yang dipikul teman saya ini. Dari cerita-cerita pilunya tentang sekolah yang dia pimpin, saya paham tentang rintihan dan bebas biaya yang dimaksudnya. Sekolah di pedalaman, ditengah-tengah masyarakat berpenghasilan minim, mengakibatkan tunggakan SPP sering tak terelakkan.

Rintihan

Merintih karena jumlah guru yang kurang, plus kesejahteraannya yang tak terjaminkan. Merintih karena sarana yang menyedihkan. Merintih karena merasa dianaktirikan, sebagai sesama sekolah negeri. Merintih karena ketika RSBI yang lain begitu beralasan memungut biaya tinggi, dia kehabisan argumen untuk menaikkan tarif sekolahnya. Demikianlah Rintihan Sekolah Bebas Iuran teman saya itu.

Apakah sekolah Anda RSBI juga?

Tik email Anda di sini untuk berlangganan artikel

Jika Anda menyukai artikel ini, silakan tulis komentar Anda atau Anda dapat berlangganan gratis RSS feed untuk mendapatkan artikel terbaru dari Blog Inspirasi. Untuk berlangganan melalui email silakan isi form di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.